Kolesterol Jahat dan Kolesterol Baik

Makanan berlemak yang kita konsumsi bisa menghasilkan kolesterol jahat dan kolesterol baik. Kolesterol (Cholesterol) adalah metabolit yang mengandung lemak sterol yang ditemukan pada membran sel dan mengikuti sirkulasi plasma darah. Kolesterol dalam kadar tertentu dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu proses metabolisme dan menjaga kesehatan organ-organ tubuh. Manfaat dari kolesterol, antara lain :

1. Memberikan energi pada tubuhKolesterol jahat dan kolesterol baik

2. Membungkus jaringan saraf

3. Melapisi selaput sel

4. Bahan dasar pembentukan hormon steroid

5. Mencerna lemak

6. Membantu perkembangan jaringan otak

Meskipun memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh, kolesterol dapat memiliki berbagai peran buruk bagi kesehatan. Hal ini dapat terjadi apabila kadar kolesterol yang dimiliki oleh tubuh melebihi batas normal. Batas normal kadar kolesterol dalam tubuh adalah 160 – 200 mg. Kadar kolesterol yang berlebihan akan disimpan dan menempel pada dinding pembuluh darah yang dapat menimbulkan pengapuran ( arteriosklerosis ) sehingga menghambat sirkulasi darah. Penghambatan sirkulasi darah yang disebabkan oleh hal ini dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah. Plak yang dimunculkan karena adanya proses pengapuran dapat saja muncul pada pembuluh darah di manapun pada tubuh. Salah satu pembuluh darah yang berbahaya adalah apabila plak ditemukan di pembuluh darah jantung. Plak ini pada akhirnya dapat pecah dan terbawa oleh aliran darah menuju ke jantung sehingga pecahan dari plak tersebut dapat menyumbat pembuluh darah yang kemudian menyebabkan jantung tidak dapat menerima supplai darah dan akhirnya otot jantung akan mati. Keadaan inilah yang kita kenal sebagai serangan jantung (Heart Attack).

Kolesterol dapat dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu kolesterol jahat ( Low Density Lipoprotein ) dan kolesterol baik ( High Density Lipoprotein ). Berikut perbedaan kolesterol jahat dan kolesterol baik tersebut :

Kolesterol Jahat ( Low Density Lipoprotein )

LDL disebut sebagai lemak jahat karena LDL mengandung lebih banyak lemak daripada HDL sehingga LDL akan mengambang di dalam darah yang dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dalam darah. Apabila LDL meningkat, sel-sel perusak akan menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak, yang dapat memperkecil diameter pembuluh darah. Tingginya kadar LDL merupakan salah satu faktor penyebab penyakit jantung.

Kolesterol Baik ( High Density Lipoprotein )

HDL disebut sebagai lemak baik karena kemampuannya untuk membersihkan dan mengangkut timbunan lemak dari dinding pembuluh darah menuju ke hati. HDL dapat melarutkan LDL yang memiliki akibat buruk bagi kesehatan untuk kemudian dikeluarkan ataupun diedarkan kembali ke tubuh. Berbeda dengan LDL, kadar HDL yang tinggi memberikan dampak yang baik bagi tubuh.kolesterol jahat dan kolesterol baik

Kolesterol sebenarnya tidak hanya dihasilkan oleh asupan makanan yang dikonsumsi, namun juga dihasilkan oleh tubuh. Sekitar 80% kolesterol dihasilkan di dalam hati. Hal ini juga dapat menjelaskan bahwa penyakit kolesterol tidak hanya dapat menyerang seseorang dengan berat badan berlebih yang mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung lemak, namun seseorang dengan berat badan normal juga memiliki kemungkinan untuk terserang penyakit kolesterol. Selain itu, faktor keturunan juga merupakan salah satu penyebab pembentukan kadar kolesterol di dalam tubuh. Seseorang yang memiliki kadar kolesterol tinggi sehingga membuat tubuh tampak gemuk, memiliki kemungkinan untuk memiliki anak dengan keadaan yang sama.

Trigliserida merupakan jenis lemak lain yang dapat ditemukan pada aliran darah dan merupakan lemak yang dihasilkan oleh proses penguraian makanan yang mengandung lemak. Kalori yang dihasilkan oleh tubuh biasanya disimpan dalam bentuk trigliserida di dalam tubuh yang memiliki fungsi sebagai cadangan energi bagi tubuh. Memiliki kadar trigliserida dalam jumlah berlebih dapat membuat tubuh gemuk. Hal ini terjadi karena, trigliserida dalam tubuh yang berlebih disimpan di dalam jaringan kulit. Maka kadar trigliserida yang berlebih juga dapat mengganggu kesehatan.

Klasifikasi kolesterol yang normal dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. LDL ( Low Density Lipoprotein ) kurang dari 100 mg

2. HDL ( High Density Lipoprotein ) lebih dari 60 mg

3. Total Kolesterol kurang dari 200 mg

4. Trigliserida kurang dari 200 mg

Memiliki kadar kolesterol melebihi normal dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara rutin dalam jangka waktu tertentu. Cara yang paling baik untuk menurunkan kembali kadar kolesterol adalah dengan membatasi asupan lemak dalam makanan. Beberapa cara menurunkan kolesterol tinggi dapat dilakukan untuk mengembalikan kolesterol ke kadar normal.

Semoga tulisan tentang kolesterol jahat dan kolesterol bail ini bisa menambah wawasan kita. Salam sehat selalu

Baca juga : Tips Mengatasi Perut Buncit pada Pria dan Wanita

Tagged on:                         

Dapat manfaat dari artikel ini ? Berbagi yuk....